NEW YORK,
– Bursa efek di AS, populer disebut Wall Street, mengalami penurunan saat sesi jual beli tutup kemarin sore (pagi ini Waktu Indonesia Barat).
Please let me know if you would like further adjustments!
Beberapa penguatan sebelumnya yang dipimpin oleh saham-saham teknologi telah melambat dan indeks pasar lebar S&P 500 menandakan akhir dari kenaikan harga selama enam hari berturut-turut.
Indeks S&P 500 anjlok sebesar 0,39 persen dan akhirnya menetap di posisi 5.940,46.
Pada saat yang sama, indeks Nasdaq Composite berkurang sebesar 0,38 persen dan menetap di posisi 19.142,71.
Selanjutnya, indeks Dow Jones IndustrialAverage jatuh sebanyak 114,83 poin atau 0,27 persen dan menetap di angka 42.677,24.
Investor menjual saham sektor teknologi, yang selama enam hari berturut-turut menjadi pemuncak kenaikannya. Kini, sektor tersebut mengalami penurunan sebesar 0,5%. Saham Nvidia juga ikutan merosot dengan persentase kemerosotan mencapai 0,9%.
Di samping itu, saham Advanced Micro Devices, Meta Platforms, Apple?, serta Microsoft pun ikut merosot.
Indeks pasar pada umumnya menutup rangkaian peningkatan selama enam hari berturut-turut, yang merupakan periode terlama sejak sembilan hari yang berakhir di awal bulan tersebut.
Walau peningkatan pada hari Senin hanya sedikit, namun hal itu menambah proses pemulihannya yang cepat dan signifikan bagi saham dalam kurun waktu lima pekan belakangan ini.
Perlu dicatat bahwa Indeks S&P 500 sudah mengalami kenaikan melebihi 20% sejak menyentuh posisi terendahnya di bulan April usai pernyataan tariff oleh President Donald Trump. Saat ini, indeks tersebut telah berada sekitar 3% di atas puncak historisnya.
Saham Tesla mengalami kenaikan setelah CEO-nya, Elon Musk, menegaskan tekadnya untuk terus memimpin perusahaan pembuat mobil listrik itu selama lima tahun mendatang.
Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump tidak berhasil meyakinkan anggota Kongres dari Partai Republik untuk menarik kembali keberatan mereka terkait Rancangan Undang-Undang Pajak yang berfokus pada batasan pengurangan pajak di tingkat negara bagian dan lokal.
Penolakan tersebut berpotensi menghalangi pengesahan Undang-Undang Pajak, yang diharapkan Trump dapat diluluskan sebelum akhir weekend Hari Memori mendatang.